BPBD Kabupaten Pekalongan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap ancaman bencana alam. Hampir seluruh wilayah di kabupaten ini dikategorikan rawan bencana, terutama tanah longsor dan banj
Kajen - Menjelang datangnya musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap ancaman bencana alam. Hampir seluruh wilayah di kabupaten ini dikategorikan rawan bencana, terutama tanah longsor dan banjir yang kerap terjadi di kawasan perbukitan dan bantaran sungai.
Meski begitu, dari sejumlah perangkat Early Warning System (EWS) atau alat peringatan dini yang pernah dipasang di beberapa titik rawan, BPBD mencatat kini hanya satu unit yang masih berfungsi dengan baik.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pekalongan, Kartika Dewi S, menjelaskan bahwa alat EWS yang masih aktif berada di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono. Perangkat tersebut merupakan bantuan terbaru dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah.
“EWS di Kasimpar merupakan tambahan baru yang dipasang oleh ESDM Jawa Tengah pada tahun ini dan hingga kini masih beroperasi,” ungkap Kartika.
Menurutnya, sejumlah alat serupa sebelumnya juga pernah dipasang di beberapa kecamatan rawan, seperti Kandangserang, Petungkriyono, dan Paninggaran. Namun, sebagian besar kini tidak lagi berfungsi dan kondisinya tidak diketahui secara pasti.
“Dulu di Kandangserang juga ada alat peringatan longsor, tapi sekarang sepertinya sudah tidak aktif,” tambahnya.
Adapun titik-titik pemasangan alat EWS longsor di masa lalu mencakup Desa Kandangserang, Wangkelang, Gayungwiyoro, Bodas, dan Trajumas di Kecamatan Kandangserang; Desa Kayupuring dan Muncar di Kecamatan Petungkriyono; serta Desa Kaliombo dan Lumeneng di Kecamatan Paninggaran. Sedangkan untuk EWS banjir, alat dipasang di Desa Tegaldowo, Pecakaran, dan Jeruksari.
BPBD Kabupaten Pekalongan saat ini terus menjalin koordinasi dengan pemerintah provinsi dan instansi teknis lain agar sistem peringatan dini bencana bisa dioptimalkan kembali.
Ia menegaskan, keberadaan sistem peringatan dini sangat penting untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian harta benda, terutama di daerah dengan topografi curam dan banyak aliran sungai seperti Kabupaten Pekalongan. (Adv)