Gedung Serbaguna NU Akhirnya Terwujud, Hasil dari Swadaya Jamaah

Pembangunan Gedung Serbaguna NU dan Badan Otonom (Banom) resmi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Pekalongan Sukirman, di Kelurahan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni.

KAJEN - Semangat gotong royong warga Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Madukaran Pesantunan, Kabupaten Pekalongan membuahkan langkah nyata.


Berbekal dana swadaya jamaah, pembangunan Gedung Serbaguna NU dan Badan Otonom (Banom) resmi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil

Bupati Pekalongan Sukirman, di Kelurahan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni.


Wakil Bupati Sukirman menyampaikan apresiasi atas inisiatif warga NU yang membangun sekretariat bersama secara mandiri.


Menurutnya, pembangunan ini menjadi catatan sejarah bagi penguatan organisasi di tingkat ranting dan akan memberi dampak besar pada pengembangan kegiatan keagamaan di daerah tersebut.


"Ini semangat luar biasa sebagai, upaya pengembangan NU yang kita cintai."


"Ke depan tentu dapat merambah dunia pendidikan, kesehatan, dan bidang lainnya. Sehingga, menjadi sinergi baik dengan Pemkab Pekalongan," ujar Sukirman, Jumat (21/11/2025).


Dia menegaskan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sangat mendukung pembangunan gedung tersebut dan berharap prosesnya berjalan lancar sesuai target.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memantau serta memberikan dukungan sesuai kebutuhan.


"Ibu Bupati Fadia Arafiq sangat mendukung pembangunan gedung serbaguna NU ini. Beliau berharap semoga dengan niat baik, semangat baik, dan gotong-royong bersama, pembangunan dapat segera terwujud. Insyaallah kalau untuk kepentingan umat, hal seperti ini bukanlah sesuatu yang mustahil,"tambahnya.


Wabup Sukirman menegaskan bahwa Bupati Pekalongan juga sangat mengapresiasi kerja keras keluarga besar NU Ranting Madukaran Pesantunan. Ia beharap setelah berdiri nanti, gedung serbaguna tersebut tidak mangkrak dan dapat digunakan secara optimal.


"Insya allah gedung ini akan meningkatkan semangat warga NU dalam berkegiatan, baik di bidang pendidikan, keagamaan, ekonomi, maupun dalam memperkuat ukhuwah islamiyah warga di Madukaran Pesantunan,"tegasnya.


Ketua Panitia Pembangunan, Muntoha menjelaskan, bahwa pembangunan gedung bermula dari adanya tanah wakaf yang diterima tahun lalu.

Wakaf berpesan agar tanah tersebut, dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan jamaah NU.


"Luas tanah 165 meter persegi, dan tahap pertama dibangun satu lantai seluas 120 meter persegi dengan estimasi biaya sekira Rp168 juta," terangnya.

Dia menargetkan, pembangunan tahap awal selesai dalam dua bulan. Seluruh biaya konstruksi masih bersumber dari swadaya warga dan jamaah NU ranting setempat.


"Hari ini mulai dibangun dan kami berharap bisa selesai sesuai rencana," imbuhnya.



Berikan Pendapat Anda