Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Sukirman di Cibubur, Jakarta Timur, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan hadir dalam proses pelantikannya.
KAJEN - Amanah dan tanggungjawab besar kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan, akan dijalankan secara baik oleh Bupati Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Sukirman, usai resmi dilantik oleh presiden di istana negara, beberapa waktu lalu.
Hal ini disampaikan bupati dan wakil bupati, sebelum mengikuti kegiatan pelatihan kepemimpinan di Magelang bersama kepala daerah lain yang baru saja dilantik presiden.
Dihadapan Anggota DPR RI Komisi X, Ashraff Abu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben R Prabu Faza, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, para Asisten Sekda, para Kepala OPD, para camat, Ketua DPC PKB Kabupaten Pekalongan selaku Ketua Tim Pemenangan BERIMAN, Asip Kholbihi, serta relawan dan tokoh masyarakat.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Sukirman di Cibubur, Jakarta Timur, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan hadir dalam proses pelantikannya. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya akan langsung berangkat untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan di Magelang.
"Malam ini saya langsung ke Magelang. Harus belajar baris-berbaris, bangun jam 4 pagi. Tapi tidak apa-apa, kita ikuti dengan senang hati. Ini merupakan bagian dari proses yang bertujuan menciptakan rasa kebersamaan yang tinggi sehingga persatuan Indonesia semakin kuat,"kata bupati.
Sedangkan Sukirman, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban jabatan sebagai wakil bupati. Ia menegaskan bahwa amanah yang diembannya adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Ia menyadari bahwa dalam menjalankan tugas, dirinya bersama bupati Pekalongan hanya dapat menetapkan kebijakan, sementara pelaksanaan teknisnya berada di tangan jajaran pemerintah daerah, seperti Sekretaris Daerah (Sekda) dan seluruh perangkatnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh-tokoh masyarakat serta organisasi kemasyarakatan (ormas), dalam mengawal kebijakan-kebijakan yang diambil.