Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan yang dinilai konsisten membantu pemerintah daerah melalui berbagai kontribusi, khusus
KAJEN - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr H Agus Taufiqurrohman meresmikan tiga gedung sekaligus di Pekajangan yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Tiga lokasi ini di antaranya Gedung C RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan, SLB Muhammadiyah Pekajangan (SLB Lentera Hati), serta Gedung Baru SD Muhammadiyah 4 Pekajangan atau Sekolah Alam Mata Angin. Peresmian ini digelar dalam rangkaian Milad Muhammadiyah ke-113 dan Milad PCM Pekajangan ke-103, yang berlangsung di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (15/11).
Sedangkan Ketua PCM Pekajangan, H. Abdul Somad, dalam kesempatan tersebut menjelaskan perjalanan pembangunan Gedung C RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan yang dimulai sejak groundbreaking pada 15 November 2023. Proses pembangunan dilanjutkan dengan uji fungsi dan soft opening pada 29 Agustus 2025, sebelum akhirnya diresmikan penuh untuk beroperasi pada 15 November 2025.
''Gedung C ini memiliki enam lantai, masing-masing difungsikan untuk instalasi gawat darurat di lantai pertama, laboratorium dan radiologi di lantai kedua. Kemudian ruang bersalin dan bayi di lantai ketiga, ruang nifas di lantai keempat, ruang ICU di lantai kelima, dan ruang operasi di lantai keenam,'' jelasnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan yang dinilai konsisten membantu pemerintah daerah melalui berbagai kontribusi, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.
"Gedung yang dibangun begitu bagus, dan selaras dengan visi saya tentang pelayanan kesehatan gratis cukup dengan KTP. Semua ini terwujud berkat, dukungan keluarga besar Muhammadiyah,"ujarnya.
Fadia juga menekankan, pentingnya hadirnya SLB Muhammadiyah Pekajangan sebagai sekolah luar biasa pertama di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Kehadiran SLB tersebut dinilai sangat membantu masyarakat yang sebelumnya harus, mengakses pendidikan inklusif di wilayah kota.
"SLB di Kabupaten Pekalongan sebelumnya hanya ada di kota. Kini masyarakat bisa mendapatkan akses pendidikan inklusif lebih dekat dan lebih mudah, ini berkat Muhammadiyah,"ungkapnya,
Semoga keberadaan gedung baru ini semakin memudahkan masyarakat. Semua layanan pendidikan kini makin lengkap di daerah sendiri,"tambahnya. (adv)