Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat berkunjung ke pengungsian banjir belum lama ini.
KAJEN - Kabupaten Pekalongan masuk dalam kategori daerah rawan bencana tertinggi di Jawa Tengah, terutama saat musim penghujan. Hal ini disebabkan oleh kondisi geografis wilayah yang didominasi oleh dataran tinggi dan daerah pesisir, sehingga rentan terhadap tanah longsor dan banjir.
Terdapat empat kecamatan di Kabupaten Pekalongan yang sepenuhnya berada di wilayah pegunungan, yakni Petungkriyono, Lebakbarang, Paninggaran, dan Kandangserang. Sementara itu, beberapa kecamatan lainnya seperti Doro, Talun, Karanganyar, Kajen, dan Kesesi memiliki kombinasi dataran tinggi dan rendah.
Adapun wilayah dataran rendah yang berpotensi terdampak banjir rob dan luapan sungai meliputi Kecamatan Tirto, Wonokerto, Wiradesa, Siwalan, Sragi, Bojong, Kedungwuni, Wonopringgo, Buaran, dan sekitarnya.
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, menegaskan bahwa daerahnya termasuk salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di Jawa Tengah. Ia menyoroti peristiwa tanah longsor di Kecamatan Petungkriyono, yang baru-baru ini menelan 26 korban jiwa serta menyebabkan kerusakan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.
“Petungkriyono baru saja mengalami bencana tanah longsor yang merenggut banyak korban jiwa. Selain itu, akses jalan dan jembatan di beberapa titik juga mengalami kerusakan akibat bencana,” ujar Fadia.
Untuk mengantisipasi bencana, Fadia mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir agar selalu waspada, terutama saat curah hujan tinggi.
“Kami mengimbau warga di dataran tinggi untuk lebih berhati-hati saat musim hujan tiba. Bencana bisa terjadi kapan saja, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus ditingkatkan,” pungkasnya.
#Radarpekalongan.id