Pemkab Pekalongan Kaji Relokasi Warga Terdampak Bencana Tanah Gerak di Desa Trajumas dan Garungwiyoro

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan tengah mengkaji rencana relokasi warga terdampak bencana tanah gerak di Desa Trajumas dan Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang.

KAJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan tengah mengkaji rencana relokasi warga terdampak bencana tanah gerak di Desa Trajumas dan Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang. Langkah ini dilakukan karena wilayah pegunungan tersebut rawan terhadap pergerakan tanah yang dapat membahayakan permukiman warga.


Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih mencari lokasi yang aman untuk merelokasi warga terdampak.


“Untuk di Kandangserang, kita akan relokasi. Kami sedang mencari lahan yang sesuai, bahkan informasinya warga siap menyediakan lahan di sekitar wilayah tersebut,” kata Akbar, Senin (10/3/2025).


Menurutnya, sebanyak 39 rumah warga di Kecamatan Kandangserang akan direlokasi ke lokasi yang lebih aman, khususnya di Desa Trajumas dan Garungwiyoro.


Kepala Desa (Kades) Trajumas, Kosim, menyatakan bahwa pergerakan tanah di desanya sudah berhenti. Namun, pihaknya masih menunggu kejelasan dari pemerintah mengenai rencana relokasi rumah-rumah warga yang rusak akibat bencana tersebut.


“Kami sudah menyiapkan lahan seluas satu hektare untuk relokasi, lokasinya di Purwodadi dan Purwosari,” ujar Kosim.


Kosim menyebutkan bahwa bencana tanah gerak bukan pertama kali terjadi di desanya. Meski tidak ingat kapan tepatnya peristiwa serupa terjadi sebelumnya, ia memperkirakan bahwa tanah gerak di wilayahnya memiliki siklus sekitar delapan tahunan.


“Saat hujan deras, kami semua waspada. Malam hari pun kami sulit tidur karena khawatir ada pergerakan tanah yang tiba-tiba terjadi,” tuturnya.


Mengingat lokasi pemukiman yang sangat rawan, Kosim berharap pemerintah segera merealisasikan rencana relokasi bagi warga terdampak.


“Kami memiliki lahan yang cukup luas dan aman dari ancaman tanah gerak. Kami berharap pemerintah bisa membantu mempercepat proses relokasi rumah-rumah warga yang terdampak,” ujarnya.


Dengan adanya kajian ini, Pemkab Pekalongan diharapkan dapat segera menemukan solusi terbaik agar warga yang terdampak dapat tinggal di lingkungan yang lebih aman dan terhindar dari ancaman bencana serupa di masa depan.


Berikan Pendapat Anda